RAISA : Anak usia dini yang Unik

Oleh : Hj. Sri Utami, M.Pd
( Kepala sekolah Green School Pendidikan Anak Usia Dini Permata )

Berbagai permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini,hal itu  menjadi perhatian tersendiri bagi kami. Banyak siswa yang secara intelektual dikatakan cerdas, namun bermasalah dalam hal kepribadian. Sehingga, ia sulit untuk bersosialisasi dengan lingkungannya, “special needs” ,dsb. Termasuk  masalah tanggung jawab dan kemandirian.

Lembaga kami bernama Pendidikan Anak Usia Dini Permata, tapi karena gedung kami  unik dari sekolah – sekolah pada umumnya kami menyebutnya Green School . Green School  karena sekolah kami banyak di tanami pohon-pohon dan bunga-bunga yang indah. Dan kelas kami ada berbagai macam bentuk yaitu : Gazebo, rumah panggung, dan gedung sekolah . Semua itu di padu menjadi satu sehingga menjadi asri dan nyaman untuk semua anak – anak.

Disamping itu kami juga menggunakan metode sentra yang kami sering bilang metode pendidikan  yang sangat memanusiakan manusia.Kami mempunyai anak didik yang sangat unik sekali namanya Raisa.

Tahun 2010  Ketika ia masuk di sekolah kami ia sebagai  anak gadis kecil yang lucu sekali. Di sekolah kami, semua anak boleh masuk tanpa ada tes atau observasi, dan itu dialami oleh Raisa juga. Raisa kecil masuk kelompok bermain dengan usia 3 tahun.

Awal sekolah kami lalui bersama tanpa kami curiga dengan perkembangan Raisa, tapi setelah beberapa bulan kemudian kami mulai curiga karena Raisa ketika bicara mengeluarkan kata-kata  seperti film-film di kartun misalnya : Sponge bob, dora, dan suara lainnya, kami sering menyebutnya bahasa planet karena perkataannya tidak mengandung arti yang lengkap.

Kami punya teman  seorang psikolog, kami minta untuk  Raisa di observasi ternyata setelah di observasi kami mendapatkan informasi seperti tingkat konsentrasinya kurang atau pendek, aktif bergerak dan tidak bisa fokus, dan ketika diajak bicara tidak bisa merespon.

Mulai kami mengambil tindakan dengan mengajak bicara ayah dan bundanya serta neneknya yang setiap hari mendampingi Raisa di rumah. Siapa orang tua yang mau terima ketika kita bicarakan anaknya “special needs”, kami menyarankan untuk dibawa ke tumbuh kembang. Karena kami sendiri tidak memiliki alat-alat untuk menangani anak yang special needs itu.

Akhirnya Ayah dan bunda  bisa menerima , dan  Raisa di bawa ke klinik Tumbuh Kembang anak  yang tidak jauh dari  sekolah. Dari informasi ayah dan bunda Raisa, ternyata Raisa kecenderungan ADHD dan pola asuh yang salah dari pendamping di rumah atau pembantu yang dulu waktu masa bayi kurang diajak bicara dan banyak di setelkan VCD anak-anak dan menonton tv yang akhirnya berakibat seperti ini.

Mulailah Raisa kami pantau dan diobservasi setiap hari di sekolah. Dan Raisa menjalani terapi di tumbuh kembang diantaranya terapi sensor motorik, okupasi dan wicara dengan di dampingi oleh nenek tersayang.

Kami selalu menjalin hubungan dengan ayah, bunda dan nenek diantaranya diet menonton tv, dan berikan kegiatan-kegiatan yang dapat melatih perkembangannya. Di sekolah Raisa kami ajarkan berteman, bermain bersama teman,kemandirian, berbagi  ,mengontrol emosi dan  gerakan, yang masih belum stabil. Kalau kendala pasti ada, dari  dalam maupun luar sekolah ,  tapi kami selalu beri pengertian ke mereka di acara rapat orang tua sampai dengan pengajian bulanan. Saya sebagai kepala sekolah selalu mengingatkan orang tua mana yang mau punya anak seperti itu, itu anugerah terindah buat orang tua, jadi kita semua  harus membantunya.

Hari-hari ceria di lalui Raisa dengan kegiatan di sekolah dan terapi yang di jalaninya, kami selalu motivasi Raisa pasti bisa, sehingga suatu hari kami dengar Raisa menyebutkan warna-warna, mencoret-coret kertas dengan crayon, kalau hijau dia bilang daun, kalau biru dia bilang laut dsb. Banyak kosa kata yang dimunculkan. Suatu hari Raisa minta diantar ke toilet karena sudah terasa mau buang air kecil, karena kami juga tidak memperbolehkan lagi Raisa menggunakan pampers. Senang rasanya kami, detik-detik itu sangat  kami tunggu  yaitu mengatakan sesuatu yang dia inginkan.

Tahun 2012 adalah tahun yang sangat penting untuk Raisa dan keluarga juga keluarga besar Green School Permata  karena nenek yang sudah kami anggap orang tua bagi kami telah berpulang ke Rahmatullah untuk selamanya setelah dua hari sebelumnya saya telepon nenek untuk memberitahu perkembangan cucunya yang sudah baik.

“ Ibu...nenek...nenek... mati ..”.perkataan yang dia sampaikan ketika kami ta’ziah ke rumahnya. “ “Nenek...tidur...mati..ibu,” kami semua menangis mendengarnya terharu melihat Raisa sudah bisa merasakan respon dari sekitarnya. Subhanallah....

Sekarang Raisa sudah kelompok B, dia sudah mandiri, bertanggungjawab mengerjakan tugas yang diberikan guru, mulai mengenal huruf-huruf dan angka dengan fokus, bersosialisasi dengan teman-teman semua umur, dan tentunya  jadi gadis kecil yang cerdas. Amiin.

Community Poll

Penilaian Website

Tari Dindin Badindin

Who's Online

We have 5 guests online

PENDAHULUAN KETIKA AKAN BERDOA

Ya Allah, tolonglah aku untuk dapat berdzikir, bersyukur, dan beribadah secara baik kepada-Mu.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :
bersabda, ”Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, ’Aku berada tergantung pada prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila ia menyebut Aku dalam keramaian, maka Aku akan menyebutnya dalam keramaian secara lebih baik.”